Kerajaan Banjar

Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami sejarah, ekonomi, masa kejayaan dan sebab kemunduran dari Kesultanan Banjar.

 

Materi Pembelajaran

Kerajaan Banjar adalah sebuah kesultanan wilayahnya saat ini termasuk ke dalam provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Wilayah Banjar yang lebih luas terbentang dari Tanjung Sambar sampai Tanjung Aru. Kesultanan ini semula beribukota di Banjarmasin kemudian dipindahkan ke beberapa tempat dan terkahir di Martapura. Ketika beribukota di Martapura disebut juga Kerajaan Kayu Tangi.

 

Sejarah

Di pulau Kalimantan terdapat beberapa kerajaan yang bercorak Islam. Salah satu kerajaan Islam yang besar adalah Kerajaan Banjar (Banjarmasin) di Kalimantan Selatan. Pada mulanya, Kerajaan Banjar adalah kerajaan bercorak Hindu yang memiliki hubungan dengan Majapahit. Kerajaan Banjar pada awalnya terdiri atas beberapa kerajaan kecil, yaitu Negara Dipa, Daha, dan Kahuripan. Menurut Hikayat Banjar dan Kronik Banjarmasin, diceritakan bahwa Kerajaan Daha, setelah terjadi pergantian Pangeran Sukarana oleh Pangeran Tumenggung, muncul perselisihan dengan Raden Samudra, cucu Pangeran Sukarana.

 

Sultan-sultan yang Memerintah

Berikut ini merupakan urutan para raja-raja yang memerintah di Kerajaan Pontianak:

  1. Sultan Suryanullah (1520-1546)
  2. Sultan Muhammad Seman (1862-1905)

 

Perekonomian

Perkembangan perekonomian di Kalimantan selatan mengalami kemajuan yang pesat sejak akhir abad ke-16 sampai ke-17 M. Dalam masyarakat banjar terdapat susunan dan peranan sosial yang berbentuk segitiga piramid. Lapisan teratas adalah golongan penguasa yang merupakan golongan minoritas. Sedangkan mayoritas dalam masyarakat adalah golongan terbawah yang terdiri dari petani, nelayan dan lain-lain

 

Masa Kejayaan

Kesultanan Banjar mulai mengalami masa kejayaan pada dekade pertama abad ke-17 dengan lada sebagai komoditas dagang, secara praktis barat daya, tenggara dan timur pulau Kalimantan membayar upeti pada kerajaan Banjarmasin. Sebelumnya Kesultanan Banjar membayar upeti kepada Kesultanan Demak, tetapi pada masa Kesultanan Pajang penerus Kesultanan Demak, Kesultanan Banjar tidak lagi mengirim upeti ke Jawa.

Sultan Agung dari Mataram (1613–1646), mengembangkan kekuasaannya atas pulau Jawa dengan mengalahkan pelabuhan-pelabuhan pantai utara Jawa seperti Jepara dan Gresik (1610), Tuban (1619), Madura (1924) dan Surabaya (1625).

 

Kemunduran

Kerajaan Banjar runtuh pada saat berakhirnya Perang Banjar pada tahun 1905. Perang Banjar merupakan peperangan yang diadakan kerajaan Banjar untuk melawan kolonialisasi Belanda. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 – 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahu. Setelah dikalahkannya Sultan Muhammad Seman, praktis seluruh wilayah Kerajaan banjar jatuh ke tangan Belanda dan Kerajaan Banjar runtuh.

 

Sumber:

  • Bahan Ajar Sejarah Indonesia kelas 8
  • Wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *