Kerajaan Kaling

Tujuan Pembelajaran :

Siswa dapat memahami sejarah terbentuknya Kerajaan Kaling

Materi Pembelajaran :

Kerajaan Kaling

Kerajaan Kaling atau Holing, diperkirakan terletak di Jawa Tengah. Hal ini didasarkan bahwa berita China tersebut menyebutkan bahwa di sebelah timur Kaling ada Po-li (Bali sekarang), di sebelah barat Kaling terdapat To-po-Teng (Sumatra), sedangkan di sebelah utara Kaling terdapat Chen-la (Kamboja) dan sebelah selatan berbatasan dengan samudera.

Ada juga yang menghubungkan letak Kaling berada di Kabupaten Jepara. Hal ini dihubungkan dengan adanya sebuah nama tempat di wilayah Jepara yakni Keling. Keling saat ini merupakan nama Kecamatan Keling, sebelah utara Gunung Muria, Jepara, Jawa Tengah. Namun demikian belum ditemukan secara tegas bahwa Keling mempunyai hubungan dengan kerajaan Kaling.

Sumber utama mengenai Kerajaan Kaling adalah berita Cina, yaitu berita dari Dinasti Tang. Berita inilah yang menggambarkan bagaimana pemerintahan Ratu Sima di Kaling. Sumber sejarah lainnya adalah Prasasti Tuk Mas yang ditemukan di lereng Gunung Merbabu. Melalui berita Cina dan Prasasti Tuk Mas tersebut, banyak hal dapat kita ketahui tentang perkembangan Kerajaan Kaling dan kehidupan masyarakatnya.

Menurut berita Cina raja terkenal Kerajaan Kaling adalah Ratu Sima yang memerintah sekitar tahun 674 M. Ratu Sima merupakan raja yang tegas, jujur, dan sangat bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas dan seadil-adilnya. Rakyat patuh terhadap semua ketentuan yang berlaku. Disebutkan bahwa pada masa Ratu Sima, kehidupan sangat aman dan tenteram. Kejahatan sangat minim, karena kerajaan menerapkan hukum tanpa pandang bulu.

Di Kerajaan Keling, Agama Budha berkembang pesat. Bahkan pendeta Cina bernama Hwi-ning pernah datang di Kaling dan tinggal selama tiga tahun untuk menerjemahkan kitab suci agama Budha Hinayana ke dalam bahasa Cina. Dalam usaha menerjemahkan kitab itu Hwi-ning dibantu oleh seorang pendeta Kaling bernama Jnanabadra.

Selain bermata pencaharian bertani, penduduk juga melakukan perdagangan. Kehidupan yang sangat makmur tersebut sangat wajar, mengingat Jawa Tengah merupakan pusat hamparan tanah subur. Beberapa gunung berapi di Jawa Tengah sebagai penyeimbang kesuburan utama untuk tanah pertanian dan perkebunan.

Perkembangan Kerajaan Kaling selanjutnya kurang jelas. Belum ditemukan sumber sejarah yang secara tegas meriwayatkan perjalanan Kerajaan Kaling sampai akhir. Namun pada periode selanjutnya kita akan menemukan beberapa Kerajaan Hindu Budha lainnya di Jawa Tengah.

Sumber :

Sudrajat. 2012. Sejarah Indonesia Masa Hindu-Buddha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *