Kerajaan Mataram

Tujuan Pembelajaran :

Siswa dapat memahami sejarah terbentuknya Kerajaan Mataram

Materi Pembelajaran :

Kerajaan Mataram

Di Jawa Tengah pernah berkembang kerajaan besar pada masa Hindu Buddha. Namanya

lebih dikenal dengan Mataram kuno. Nama Mataram kuno digunakan untuk menunjuk Kerajaan Mataram pada masa pengaruh Hindu Budha. Sebab pada perkembangan selanjutnya muncul Kerajaan Mataram yang juga berlokasi di Jawa Tengah juga. Namun kerajaan yang muncul kemudian ini merupakan kerajaan Mataram yang bercorak Islam.
Bukti apa saja yang menunjukkan sejarah kerajaan Mataram kuno?

Prasasli Canggal, berangka tahun 732 M yang ditulis dengan huruf Palawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti ini berisi tentang asal-usul Dinasti Sanjaya dan pembangunan sebuah lingga di Bukit Stirangga

Prasasti Kalasan, berangka tahun 778 M, berhuruf Pranagari dan bahasa Sanskerta.

Prasasli Klurak, berangka tahun 782 M, ditemukan di daerah Prambanan. Isinya tentang pembuatan arca Manjusri yang terletak di sebelah utara Prambanan.

Prasasti Kedu atau Prasasti Balitung, berangka tahun 907 M. Isinya tentang silsilah raja-raja

keturunan Sanjaya.

Di samping beberapa prasasti tersebut, sumber sejarah untuk Kerajaan Mataram Kuno, juga berasal dari berita Cina. Siapa saja yang memerintah Kerajaan Mataram kuno? Bagaimana perkembangan kerajaan ini? Berikut ini kita akan mengkaji beberapa pemerintahan di Kerajaan Mataram kuno.

1) Pemerintahan Sanjaya

Pada tahun 717-780, Raja Sanjaya mulai memerintah Kerajaan Mataram. Bukti sejarah yang menunjuk tentang Raja Sanjaya adalah melalui prasasti Canggal. Sanjaya adalah keturunan dinastyi Syailendra.

Raja Sanjaya berhasil menaklukkan beberapa kerajaan kecil yang pada masa pemrintahan Sanna melepaskan diri. Sanjaya ternyata seorang raja yang memperhatikan perkembangan agama. Hal ini dibuktikan dengan pendirian bangunan suci oleh Raja Sanjaya pada tahun 732 M . Bangunan suci tersebut sebagai tempat pemujaan, yakni berupa lingga yang berada di atas Gunung Wukir (Bukit Stirangga), kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Perhatian raja yang besar terhadap keagamaan ini juga menunjukkan bahwa rakyat Mataram merupakan rakyat

yang taat beragama. Sebab sikap baik raja, biasanya merupakan cerminan sikap baik rakyatnya.

2) Pemerintahan Rakai Panangkaran

Setelah digantikan putranya yang bernama Rakai Panangkaran. Pada masa pemerintahan Panangkaran, bukan hanya agama Hindu saja yang berkembang. Beliau adalah raja yang juga memperhatikan perkembangan agama Budha. Sebagai bukti adalah dengan didirikannya bangunan-bangunan suci agama Budha. Sebagai contoh adalah candi Kalasan dan arca Manjusri. Kamu masih dapat melihat keberadaan Candi Kalasan yang terletak di Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman DIY. Pada masa Panangkaran, kekuasaan Mataram bertambah luas.

3) Perpecahan Dinasti Syailendra

Pada masa Sanjaya agama Hindu merupakan agama keluarga raja. Namun pada masa Panangkaran agama Budha menjadi agama kerajaan. Hal inilah yang mendorong terjadinya perpecahan dalam keluarga Dinasti Syailendra.

Wilayah Mataram akhirnya dibagi menjadi dua. Dengan demikian Keluarga Syailendra terbagi menjadi dua. Keluarga yang menganut agama Hindu mengembangkan kekuasaan di daerah Jawa Tengah bagian utara. Sementara keluarga yang beragama Budha dan berkuasa di daerah Jawa Tengah bagian selatan. Upaya untuk menyatukan dua keluarga terus diupayakan dan berhasil. Penyatuan ditandai dengan terjadinya perkawinan antara dua keluarga. Rakai Pikatan, dari keluarga yang beragama Hindu, menikah dengan Pramudawardani, putri dari Samarotungga yang beragama Budha. Balaputradewa adalah keturunan yang menentang Pikatan. Setelag Samarotungga wafat terjadilah perebutan kekuasaan antara Pikatan dengan Balaputradewa. Balaputradewa mengalami kekalahan dan menyingkir ke Sumatera.

4) Masa Kebesaran Mataram

Bagaimana kelanjutan Kerajaan Mataram setelah Rakai Pikatan? Pada tahun 856 M Kayuwangi atau Dyah Lokapala menggantikan Pikatan. Salah satu raja terkenal dan terbesar Mataram adalah Raja Balitung(898 – 911 M ) dengan gelar Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Dharmadya Mahasambu. Salah satu kebesarannya dibuktikan dengan bangunan candi yang sangat besar dan indah. Candi tersebut tidak asing bagi kalian, yakni Candi Prambanan

d. Keruntuhan Mataram

Dengan semakin berkembangnya kerajaan Sriwijaya Mataram mengalami penurunan. Keruntuhan Mataram juga dihubungkan dengan faktor alam. Pada awal abad XI, gunung Merapi meletus dengan dahsyat. Letusan Gunung Merapi diperkirakan banyak mengubur berbagai bangunan penting kerajaan Mataram. Selain itu berbagai penyakit dan kegagalan pertanian mendorong para tokoh Kerajaan Mataram untuk memindahkan kerajaan. Karena itulah akhirnya dinasti Mataram melakukan perpindahan tempat ke Jawa Timur. Di Jawa Timur keluarga ini membentuk keluarga Isyana (Wangsa Isyana). Bagaimana perkembangan Wangsa Isyana, akan kita pelajari pada bagian selanjutnya.

Sumber :

Sudrajat. 2012. Sejarah Indonesia Masa Hindu-Buddha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *