Sejarah Agama Hindu-Budha

Tujuan Pembelajaran :

Siswa dapat memahami perkembangan agama hindu-budha di Indonesia

Materi Pembelajaran :

  1. Perkembangan Agama Hindu

Sejak ribuan tahun sebelum Masehi, di India telah berkembang kebudayaan besar di Lembah Sungai Indus. Dua pusat kebudyaan di daerah tersebut adalah ditemukannya dua kota kuno yakni Mohenjodaro dan Harappa. Pengembang dua pusat kebudayaan tersebut adalah bangsa Dravida. Pada sekitar tahun 1500 SM, datanglah bangsa arya dari Asia Tengah ke Lembah Sungai Indus.

Bangsa Arya datang ke India dengan membawa pengaruh tulisan, bahasa, teknologi, dan juga kepercayaa. Kepercayaan bangsa Arya yang dibawa adalah Veda (Weda) yang setelah sampai di India melahirkan agama Hindu. Lahirnya agama Hindu ini merupakan bentuk percampuran kepercayaan antara bangsa Arya dengan bangsa Dravida.

Agama Hindu bersifat politeisme yaitu percaya kepada beberapa dewa. Tiga dewa utama yang dipuja oleh mayarakat Hindu adalah Dewa Brahmana (dewa pencipta), Dewa Wisnu (dewa pelindung), dan Dewa Syiwa (dewa pembinasa). Ketiga dewa itu dikenal dengan sebutan Trimurti. Kitab Suci agama Hindu adalah Weda. Kitab Weda ini terdiri atas empat bagian yaitu:

  • Reg-Weda, berisi puji-pujian terhadap dewa
  • Sama-Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci
  • Yazur-Weda, berisi mantra-mantra dan
  • Atharwa-Weda, berisi doa-doa untuk pengobataan

Disamping kitab Weda, ada juga kitab Braahmana dan Upanisad. Masyarakat Hindu terbagi dalam empat golongan yang disebut kasta. Kasta-kasta tersebut adalah kasta Brahmana, kasta Ksatria, kasta Waisya, dan kasta Sudra. Diluar itu masih ada golongan masyarakat yang tidak termasuk dalam kasta, yaitu mereka masuk dalam kelompok paria. Kasta Brahmana merupakan kastaa tertinggi.

Kaum Brahmana bertugas menjalankan upacara-upacara keagamaan. Kasta Ksatria merupakan kasta yang bertugas untuk menjalankan pemerintahan. Golongan raja, bangsawan dan prajurit masuk dalam kelompok kasta ini. Kasta Waisya merupakan kasta dari rakyat biasa yaitu para petani dan pedagang. Adapun kasta Sudraa adalah kasta dari  golongan hamba sahaya atau para budak. Sementara itu, golongan paria merupakan golongan yang tidak diterima dalam kasta masyarakat Hindu.

 

2. Sejarah Agama Budha

Agama Budha muncul sekita tahun 500 SM. Pada masa tersebut di India berkembang kerajaan-kerajaaan Hindu yang sangat besar, salah satunya dinasti Maurya. Dinasti ini mempunyai raja yang terkenal yakni Raja Ashoka. Kemunculan agama Budha tidak dapat dilepaskan dari tokoh Sidharta Gautama Sidharta adalah putra raja Suddhodana dari Kerajaan Kapilawastu. Ajaran Budha memang diajarkan oleh Sidharta Gautama, sehingga beliau lebih dikenal dengan Budhaa Gautama.

Kitab suci agama Budha adalah Tripitaka, yang artinya tiga keranjang. Kitab ini terdiri atas :

  • Vinayapitaka yang berisi aturan-aturan hidup
  • Suttapitaka yang berisi pokok-pokok atau dasar memberi pelajaran
  • Abdidharmapitaka yang berisi faalsafah agama.

Setiap penganut Budha dituntut menjalankan Tridarma (tiga kebaktian) :

  • Saya berlindung terhadap Budha
  • Saya berlindung terhadap Dharma
  • Saya berlindung terhadap Sanggha

Terdapat empat tempat utama yang dianggap suci oleh umat Budha. Tempat-tempat suci tersebut memiliki hubungan dengan Sidharta. Keempat tempat tersebut adalah Taman Lumbini. Bodh Gaya, Benares dan Kusinegara. Taman Lumbini terletak di daerah Kapilawastu yaitu tempat kelahiran Sidharta. Bodh Gaya adalah tempat Sidharta menerima penerangan agung. Benares adalah tempat Sidharta pertama kali menyampaikan ajarannya. Kusinegara adalah tempat wafatnya Sidharta.

Hari raya Umat Budha adalah hari raya waisyak. Hari raya ini dimeriahkan untuk memperingati peristiwa kelahiran, menerima penerangan aagung, dan kematian Sidharta yang terjadi pada tanggal yang bersamaan yaitu waktu bulan purnama di bulan Mei.

 

Sumber :

Sudrajat. 2012.Sejarah Indonesia Masa Hindu Budha. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *